Sabtu, 07 Mei 2016

Kebaikan Berbuah Kebaikan

    Suatu hari, di sebuah desa kecil hidup seorang anak laki-laki bernama Jack. Dia berumur kurang lebih 10 tahun. Jack setiap hari harus berjualan kue yang dibuat oleh ibunya. Seorang anak yang seharusnya menikmati masa-masa sekolah harus meluangkan waktunya untuk berjualan karena tuntutan ekonomi. Ayah Jack yang bekerja sebagai tenaga kerja kasar tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Meski begitu dalam hati Jack memiliki impian yang ingin ia capai.
    Suatu ketika hari minggu, Jack menjajakan kue dagangannya. Pintu-pintu telah Jack sambangi, dari pagi sampai sore tak ada satu pun kuenya yang laku. Hingga terasa di tenggorokannya sudah kering dan perutnya mulai lapar. Jack tidak mau memakan kuenya karena masih belum ada yang laku satupun. Jack juga tidak mau pulang sebelum dagangannya habis, karena Jack merasa tidak sampai hati melihat orang tuanya bekerja keras sementara dia menyerah dalam keletihan. Dalam keadaan haus, Jack melanjutkan berdagang.
    Hingga suatu ketika Jack melihat sebuah gubuk kecil. Jack tertegun karena gubuk itu tidak jauh beda dengan gubuk yang dia tempati bersama keluarganya. Jack hanyut dalam lamunan sehingga tidak sadar ada seorang gadis kecil bernama Jessica, gadis sebayanya keluar dari gubuk itu.
"Hei... Ada apa?" tanya Jessica kepada Jack. 
"Ehh... Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menjual kue-kue ku ini, kemudian sebagian uangnya ingin aku belikan minuman. Aku sangat haus, dari pagi sampai sore ini daganganku belum ada yang laku satu pun.", tawar Jack kepada Jessica. Jack tau kondisi keluarga Jessica juga tidak berkecukupan tapi pikir Jack tidak ada salahnya menawarkan barang dagangannya. 
"Aku tidak punya uang untuk membeli kuemu, tapi aku punya segelas susu yang bisa menghilangkan rasa hausmu.", respon Jessica sambil menyodorkan segelas susu kepada Jack.
Jack pun merasa senang, dan sangat berterima kasih kepada Jessica. Dari pertemuan itu, menjadi pertemuan pertama dan terakhir mereka. Jack tidak pernah bertemu dengan Jessica lagi setelah pertemuan itu.
    Dua puluh tahun telah berlalu. Jessica tumbuh menjadi gadis dewasa. Tapi malangnya Jessica mengidap penyakit kanker. Dengan bermodal kartu kesehatan, Jessica merujuk ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di kotanya. Tapi tidak satu pun rumah sakit yang mau menerima pasien secara gratis. Penyakitnya semakin hari semakin parah. Jessica hampir putus asa dengan keadaannya. Akhirnya Jessica tidak punya pilihan lagi, masih ada satu rumah sakit swasta yang belum dia kunjungi begitu pikirnya. Mau tidak mau Jessica harus berobat ke rumah sakit tersebut dengan niat ia akan mencari kerja untuk melunasi biaya rumah sakit tersebut setelah sembuh nanti. Setelah menkonfirmasi dengan pihak rumah sakit, akhirnya operasi menjadi jalan satu-satunya menyelamatkan Jessica. Operasi tersebut ditangani langsung oleh seorang dokter spesialis bedah yang sekaligus pemilik rumah sakit tersebut. Setelah beberapa jam, akhirnya operasi berhasil.
    Dalam beberapa hari Jessica sudah mulai siuman. Dalam hati Jessica masih ingat ia punya tanggungan harus mencari kerja untuk melunasi biaya rumah sakit. Jessica mulai melirik kepada suster yang menghampirinya sambil menyodorkan surat tagihan biaya rumah sakit. Jemari Jessica mulai gemetar saat membuka isi surat tagihan itu. Saat dibuka, bukannya berisi tagihan pembayaran melainkan hanya berisi secarik kertas yang bertuliskan:
"TELAH DIBAYAR DENGAN SEGELAS SUSU. TTD. Dr. Jack"

Rabu, 15 April 2015

Sajak Hati

Ibn Wasil

Di tengah kesunyianku
Di tengah semilir angin
Kurasakan nyanyian alam
Yang menyapaku
Di bawah sinar rembulan
Yang teduh menemaniku
 
      Ku tak tahu
      Ku tak tahu
      Dalam hati ingin kubisikkan
      Tapi malam tak mendengarku
Ingin kuteriakkan
Tapi gelap membungkamku
Ingin kupergi
Tapi sunyi menghentikanku
Ingin kuberlari
Tapi bulan melumpuhkanku
      Kulihat malam
      Kudapati bintang
      Seakan lentera
      Dengan sinarnya yang kian sejuk
      Dan kusadari diriku
      Seakan tunas yang baru terbebas
Terbebas dari belenggu tanah
Yang kian lama menguburku
Kini kudapati suasanaku
Di dalam kesunyianku
Di mana tak kudapati di tempat mana pun
      Malam menyapaku
      Bintang menatapku
      Bulan pun tersenyum padaku
      Lalu mereka berkata padaku
      "Inilah kenyamananmu"

Senin, 24 November 2014

KERAJAAN KUTAI DAN TARUMANEGARA



Sistem Negara Kerajaan Hindu-Buddha

1. NEGARA KERAJAAN KUTAI
Apa yang terlintas di dalam benakmu saat membicarakan Kerajaan Kutai? Amati gambar di samping dengan saksama. Dari prasasti itulah kita bisa mengungkap kisah sejarah Kerajaan Kutai. Prasasti yang berbentuk yupa atau tiang batu berjumlah tujuh buah itu ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Para ahli epigrafi berhasil membaca isi prasasti itu sehingga kita memperoleh berita tentang Kerajaan Kutai yang berkaitan dengan kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Kerajaan itu diperkirakan muncul pada abad V M atau sekitar tahun 400 Masehi. Bagaimana kehidupan kerajaan itu? Mari kita analisis bersama.
a. Letak Kerajaan
Kerajaan Kutai berdiri pada abad ke-5 Mdi Lembah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Nama Kutai diambil dari nama daerah tempat ditemukannya prasasti Kutai. Wujud prasastinya berupa tujuh buah tugu batu besar yang disebut yupa. Ketujuh yupa ini merupakan sumber sejarahKutai. Fungsi yupa sesungguhnya adalah tugu batuuntuk menambatkan lembu kurban. Aksara yang dipahatkan pada yupa berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh penguasa Kutai bernama Mulawarman. Mulawarman adalah orang Indonesia asli. Kakeknya, Kudungga, masih menggunakan nama asli Indonesia.
b. Sumber sejarah
Prasasti Kutai menyebutkan silsilah raja-raja Kutai dengan raja terbesarnya adalah Mulawarman. Bunyi prasasti tersebut sebagai berikut.
 “Sang Maharaja Kudungga yang amat mulia, mempunyai putra mahsyur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Ansuman (dewa matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti Api(yang suci) tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra ialah Sang Mulawarman raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri(selamatan) emas amat banyak. Buat peringatan kenduri itulah tugu batu didirikan oleh para brahmana.”
Dari prasasti tersebut, dapat diketahui silsilah penguasa Kerajaan Kutai. Kudungga (orang Indonesia asli) memiliki putra bernama Aswawarman. Aswawarman menurunkan Mulawarman. Mulawarman inilah yang merupakan raja terbesar Kerajaan Kutai. Prasasti berikutnya berbunyi: “Sang Mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana yang seperti api didalam tanah yang suci bernama Waprakeswara buat peringatan akan kebaikan budi sang raja itu, tugu ini telah dibuat oleh brahmana yang datang di tempat ini.”Dari prasasti ini dapat diketahui bahwa Raja Mulawarman telah memberikan sedekah 20.000 ekor sapi dalam upacara suci di Waprakeswara kepada para brahmana. Ini menunjukkan bahwa Raja Mulawarman adalah raja yang kaya dan teguh dengan agama Hindu.
c. Kehidupan Politik
Menurut prasasti tersebut, raja Kerajaan Kutai yang terbesar adalah Mulawarman. Ia adalah putra Aswawarman, sedangkan Aswawarman adalah putra Kundunga. Ditilik dari nama sebutannya, para ahli berpendapat bahwa nama Mulawarman dan Aswawarman memperoleh pengaruh dari India. Karena, di India juga ditemukan nama-nama serupa. Sebaliknya, para ahli mengatakan bahwa nama Kundungga yang merupakan kepala suku itu adalah nama asli Indonesia. Selain itu, prasasti Yupa juga menyebut Aswawarman sebagai Dewa Ansuman atau dewa Matahari dan dianggap sebagai sangsakerta atau pendiri keluargaraja. Raja Mulawarman sendiri telah menganut agama Hindu. Bahkan dalam prasasti itu ditulis bahwa ia telah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Ia merupakan pendiri dinasti dalam agama Hindu.
d. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial dalam Kerajaan Kutai bisa dilihat dari pelaksanaaan upacara penyembelihan kurban. Salah satu yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman memberikan sedekah berupa 20.000 ekor lembu kepada kaum brahmana. Sedekah itu sendiri dilaksanakan di tanah suci yang bernama Waprakeswara, yaitu tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa. Dari peristiwa itu, kita bisa melihat bahwa hubungan yang terjadi antara Raja Mulawarman dengan kaum brahmana terjalin secara erat dan harmonis.
e. Kehidupan Ekonomi
Ketujuh Yupa yang ditemukan di sekitar Muarakaman tidak menyebutkan secara spesifik kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai. Hanya salah satu Yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan brahmana. Tidak ada sumber yang pasti tentang asal usul emas dan sapi yang biasa digunakan untuk upacara-upacara kerajaan. Tetapi dari situ kita bisa menduga bahwa Kerajaan Kutai telah melakukan aktivitas perdagangan.
f. Kehidupan Budaya
Karena Kerajaan Kutai telah mendapat pengaruh agama Hindu,maka kehidupan agamanya telah lebih maju. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan upacara penghinduan atau pemberkatan seseorang yang memeluk agama Hindu yang disebut Vratyastoma. Upacara tersebut dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarmandan dipimpin oleh para pendeta atau brahmana dari India. Baru pada masa pemerintahan Mulawarman, upacara tersebut dipimpin oleh kaum brahmana dari Indonesia. Dari situ kita bisa melihat bahwa kaum brahmana dari Indonesia ternyata telah memiliki tingkat intelektual yang tinggi karena mampu menguasai bahasa Sanskerta. Karena, bahasa ini bukanlah bahasa yangd ipakai sehari-hari oleh rakyat India melainkan bahasa resmi kaum brahmana untuk masalah keagamaan.

g. Nama-Nama Raja Kutai
1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri Kerajaan Kutai)
2. Maharaja Asmawarman, gelar Wangsakarta (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman  (mencapai masa kejayaan)
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Nala Parana Tungga
10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Maharaja Sangga Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Sri Langka Dewa
15. Maharaja Guna Parana Dewa
16. Maharaja Wijaya Warman
17. Maharaja Sri Aji Dewa
18. Maharaja Mulia Putera
19. Maharaja Nala Pandita
20. Maharaja Indra Paruta Dewa
21. Maharaja Dharma Setia



2.  NEGARA KERAJAAN TARUMANEGARA
Kita bisa mempelajari sejarah Kerajaan Tarumanegara melaluiserangkaian prasasti yang berhasil ditemukan di berbagai daerah.Amati gambar di sampingItu adalah salah satu dari prasasti yang berkaitan dengankeberadaan Kerajaan Tarumanegara. Namanya adalah prasastiCiaruteun atau prasasti Ciampea. Bahasa yang digunakan di dalamprasasti itu adalah bahasa Sanskerta dengan huruf Pallawa terdiri atas empat baris syair. Dari beberapa prasasti yang berhasil ditemukan, kita bisa mendeskripsikan beberapa segi dalam kehidupan Kerajaan Tarumanegara.
a. Letak Kerajaan
Berdasarkan catatan dalam berbagai prasasti, Kerajaan Tarumanegara berdiri di Jawa Barat pada akhir abad ke-5. Wilayah Tarumanegara meliputi hampir seluruh Jawa Barat, tepatnya dari sekitar Banten – Jakarta sampai Cirebon.
b. Sumber sejarah
Sumber-sumber sejarah yang membuktikan keberadaan Kerajaan Tarumanegara sebagai berikut.
1) Berita dari bangsa asing
Banyak berita dari bangsa asing yang mengungkap adanya Kerajaan Tarumanegara. Salah satu berita dari Claudius Ptolomeus. Dalam bukunya Geography, ahli ilmu bumi Yunani Kuno ini menyebutkan bahwa di Timur Jauh ada sebuah kota bernama Argyre yang terletak di ujung Pulau Iabadium (Jawa dwipa = Pulau Jelai = Pulau Jawa). Kata Argyre berarti perak, diduga yang dimaksud adalah Merak yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa. Kabar lainnya datang dari Gunawarman, seorang pendeta dari Kashmir yang mengatakan bahwa agama yang dianut rakyat Taruma adalah Hindu. Berita dari Cina yang dibawa Fa Hsien dalam perjalanannya kembali ke Cina dari India menyebutkan bahwa rakyat di Ye-Po-Ti (Jawa = Taruma) sebagian besar beragama Hindu, sebagian kecil beragama Buddha dan Kitters (penyembah berhala). Adapun berita dari Soui (Cina) menyebutkan bahwa pada tahun 528 dan 535 datang utusan dari Tolomo (Taruma) ke Cina.
c. Kehidupan Politik
Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Raja diraja guru Jaya singawarman pada tahun 358 M di tepi Sungai Gomati. Pada tahun 397 M, Purnawarman membangun ibu kota kerajaan barudi Sundapura. Raja Purnawarman adalah raja ketiga yang memiliki kekuasaan besar, sangat berpengaruh, dan memiliki beragam kebijakan. Kekuasaan raja dilambangkan dengan cap telapak kaki seperti yang terdapat pada prasasti Ciaruteun, Jambu,dan Cianteun. Sebagai perbandingan, di India cap telapak kaki itu melambangkan kekuasaan. Dalam interpretasi yang lain, Purnawarman dilambangkan sebagai Dewa Wisnu yang merupakan penguasa dan pelindung rakyat. Purnawarman diketahui banyak menundukkan daerah musuh-musuhnya. Pada masa pemerintahan Suryawarman, kekuasaan raja-raja daerah dikembalikan sebagai hadiah kesetiaannya terhadap Tarumanegara. Pengembalian kekuasaan diberikan kepada Rakeyan Juru Pengembat, yang merupakan wakil raja di daerah tersebut. Apakah ini  yang disebut otonomi daerah di era sekarang, belum ada yang tahu pasti. Menurut Pustaka  nusantara, kekuasaan Purnawarman meliputi 48 raja daerah yang membentang dari Salanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) hingga Purwalingga (sekarang Purbalingga). Hingga akhir kekuasaannya, Tarumanegara hanya memiliki dua belas orang raja. Kedua belas raja itu adalah: Jayasingawarman (358–382),Dharmayawarman (382–395), Purnawarman (395–434),Wisnuwarman (434–455), Indrawarman (455–515), Candrawarman(515–535), Suryawarman (535-561), Kertawarman (561–628), Sudhawarman (628–639), Hariwangsawarman (639–640), Nagajayawarman (640–666), dan Linggawarman (666–669).
d. Kehidupan Sosial
Sebagai kerajaan Hindu yang beraliran Wisnu, Tarumanegara juga menjalankan upacara sedekah dengan menyembelih 1.000 ekor sapi yang diserahkan kepada kaum brahmana. Upacara tersebut dilaksanakan pada tahun 417 M setelah penggalian Sungai Gomatidan Candrabhaga selesai dilaksanakan. Saluran air tersebut memiliki panjang 6.112 tombak atau sekitar 11 km. Menurut prasasti Tugu, saluran tersebut dibuat untuk menghadapi bencana banjir dan melindungi petani. Proyek ini dikerjakan secara gotong royong dan melibatkan seluruh rakyat dalam waktu 21 hari.
e. Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi Kerajaan Tarumanegara didasarkan pada bidang pertanian. Menurut catatan Fa Hien pada abad V M, aspek kehidupan itu meliputi pertanian, peternakan, perburuan binatang, dan perdagangan. Komoditas yang diperdagangkan antara lain berupa cula badak, perak, dan kulit penyu. Dari prasasti Tugu,kita bisa mengetahui bahwa Raja Purnawarman sanga tmemerhatikan bidang pertanian.
f. Kehidupan Budaya
Masuknya pengaruh agama dan kebudayaan Hindu, memengaruhi kehidupan budaya Kerajaan Tarumanegara. Pengaruh itu berupa sistem dewa dewi, bahasa dan sastra, mitologi, dan upacara.Mitologi Hindu yang banyak ditemukan dalam prasasti-prasastiTarumanegara adalah Airawata. Misalnya yang terdapat padaprasasti Telapak Gajah. Gajah tunggangan Batara Indra itu dijadikan nama gajah perang milik Purnawarman. Bahkan, bendera Kerajaan Tarumanegara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Selain dari sejumlah prasasti di atas, berita mengenai keberadaan Kerajaan Tarumanegara juga bisa ditemukan di luarnegeri. Pada tahun 414 M, Fa Hien membuat buku yang berjudulFa-Kao-Chi. Isinya antara lain menceritakan bahwa di Ye-po-tihanya sedikit orang-orang yang beragama Buddha. Menurut beritadari Dinasti Sui, pada tahun 528 dan 535 telah datang utusandari To-lo-mo yang terletak di selatan. Sedangkan berita dari Dinasti Tang, mengisahkan datangnya utusan dari To-lo-mo padatahun 666 dan 669. Secara fonetis, To-lo-mo adalah sebutan untuk Taruma (negara).
g. Berita dari prasasti
Ada tujuh buah prasasti yang menjadi sumber sejarah keberadaan Tarumanegara.
a) Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor)
 Dalam prasasti ini, ada lukisan laba-laba dan telapak kaki. Bunyi prasasti ini adalah “Ini (bekas) dua kaki yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia.”

b) Prasasti Pasir Kaleangkak (Bogor)
Prasasti ini ditemukan di sebelah barat Bogor di sebuah kebun jambu. Dalam prasasti inilah pertama kali ditemukan sebutan negara “Tarumanegara”. Menurut Brandes, yang dimaksud prasasti itu adalah Tarumanegara. Prasasti itu berbunyi:
“Gagah, mengagumkan, dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah diTaruma dan baju zirahnya yang terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang tapak kakinya yang senantiasa berhasil menggempur kota musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya.”

c) Prasasti Kebon Kopi (Cibungbulang)

Prasasti ini terletak di hilir Cibungbulang. Dalam prasasti ini terdapat dua tapak kaki gajah, yakni gajah Airawata. Bunyinya: “Di sini tampak sepasang kaki … yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma yang agung dalam …dan kejayaan.”

d) Prasasti Tugu
Prasasti ini terletak di dekat Cilincing, Jakarta. Isi prasasti Tugu adalah yang terpanjang di antara semua peninggalan Purnawarman. Bunyinya: “Dahulu kali yang bernama Kali Chandrabhaga (= Kali Bekasi) digali oleh Maharaja Yang Mulia yang mempunyai lengan yang kencang dan kuat, yakni Raja Purnawarman. Setelah melewati istana baginda yang masyhur, kali itu dialirkan ke laut. Kemudian, di dalam tahun ke-22 dari takhta baginda, Raja Purnawarman yang berkilau karena kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji segala raja, memerintahkan pula menggali kali yang indah serta jernih airnya. Kali Gomati namanya. Kali ini mengalir di tengah-tengah kediaman Sang Pendeta Nenek da Sang Purnawarman. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yakni pada tanggal 8 paro peteng bulan Phalguna dan diakhiri pada hari tanggal 13 paro terang bulan Caitra. Galian itu panjangnya 6.122 tumbak. Untuk itu, diadakan selamatan yang dilaksanakan oleh para brahmana. Untuk selamatan itu, Raja Purnawarman mendharmakan seribu ekor sapi”. Ada beberapa hal yang menarik dari prasasti ini. Di antaranya, penyebutan dua sungai yang terkecil di Punjab, Chandrabhaga, dan Gomati. Chandrabhaga oleh Poerbatjaraka secara etimologi diartikan sebagai Sungai Bekasi yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Tarumanegara. Hal menarik lainnya adalah adanya upacara selamatan oleh brahmana yang menghasilkan 1.000 ekor sapi kepada raja dan mulai adanya penyatuan bulan Phalguna – Caitra yangdisamakan dengan Februari – April. Dari prasasti ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1) Purnawarman memerhatikan kemakmuran rakyatnya.
2) Kerajaan Tarumanegara bersifat agraris dan sudah memiliki sistem irigasi.
3) Masyarakatnya hidup teratur dengan gotong royong.
4) Agama yang dianut adalah Hindu, terbukti dari hewan yang digunakan untuk kurban adalah lembu.
e) Prasasti Pasir Awi 
f) Prasasti Muara Cianten
Kedua prasasti ini tidak terbaca huruf-hurufnya.

g) Prasasti Cidangiang.
Prasasti ini ditemukan di desa Lebak, daerah Pandeglang, Banten. Bunyiprasasti ini adalah “Inilah keperwiraan, keagungan, dan keberanian yangsesungguhnya dari raja dunia. Yang Mulia Purnawarman, yang menjadi panjisekalian raja”.

h.  Runtuhnya Tarumanegara
Pada akhir abad ke-7, Tarumanegara tidak terdengar lagi kabar beritanya. Ada kemungkinan kerajaan ini ditaklukkan oleh Sriwijaya. Kemungkinan ini dapat kita ketahui dari sumber-sumber sejarah berikut.
1)  Dalam prasasti Kota Kapur disebutkan bahwa pada tahun 686, Sriwijaya menghukum bumi Jawa karena tidak taat kepada Sriwijaya.
2)  Sejak abad ke-7, Kerajaan Cina tidak pernah menyebut lagi adanya utusan yang datang dari dan ke Tarumanegara.


Sumber: http://mudztova.wordpress.com/2011/04/02/sejarah_kerajaan-kutai-dan-tarumanegara/

Minggu, 12 Oktober 2014

Arti Nama Ismail | Himpunan Nama-Nama Indah Dalam Islam

Tahukah anda bahwa Nama Ismail mungkin mempunyai arti dari berbagai bahasa. Berikut ini adalah beberapa Arti dari nama Ismail, di antaranya adalah berasal dari bahasa islami, sejarah, persia, arab, karakteristik yang masing-masing mempunyai makna yang berbeda. Nama Ismail mungkin juga mempunyai varian lain bagi calon bayi perempuan maupun laki-laki anda.
Memilih nama untuk calon buah hati anda tentunya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Jika anda sudah mempunyai nama yang cocok untuk bayi anda, tidak ada salahnya untuk mencari tahu lebih detail mengenai arti dari nama tersebut. Seperti halnya Nama Ismail, mungkin juga mempunyai arti lain dari asal bahasa yang lain pula.
# Nama Kelamin Asal Bahasa Kelamin dan Asal Arti nama
1 Ismail Laki-laki Islami Laki-laki Islami Nabi kedelapan
2 Ismail Laki-laki Sejarah Laki-laki Sejarah Bentuk Arab dari nama Ishmael
3 Esmaeel Laki-laki Persia Laki-laki Persia Nama lain dari Ismail
4 Ismail Laki-laki Arab Laki-laki Arab Nama nabi
5 Ismail Laki-laki Karakteristik Laki-laki Karakteristik

Selalu diberkati. Menarik dan penuh perhatian. Senang di rumah, pekerja keras. Penolong, penuh keyakinan. Artistik, memiliki selera yang bagus. Memiliki kemampuan berbicara yang baik.
6 Ishmael Laki-laki Sejarah Laki-laki Sejarah

Nama Kristiani, berasal dari bahasa Yahudi yang berarti 'mendengarkan' dan 'Tuhan'. Merupakan putra pertama dari Abraham. Dalam tradisi Islam, Ishmael (Ismail) dipercaya sebagai nenek moyang orang Arab.

sumber: http://carinamabayi.com/arti-nama/ismail.html

Selasa, 19 Agustus 2014

PENGERTIAN Asmaul Husna (Al-Karim, Al-Mu'muin, Al-Wakil, Al-Matin, Al-Jami', Al-'Adl, Al-Akhir, As-Sami', Al-Bashir)


Al Karim

Orang yang masih dalam perjalanan sangat teringin untuk cepat sampai kepada Allah s.w.t. Dia terpesona melihat keadaan orang-orang yang telah sampai. Kadang-kadang timbul rasa tidak sabar untuk ikut sama sampai kepada tujuannya. Perasaan tidak sabar akan menimbulkan harapan atau cita-cita agar ada seseorang yang dapat menolong mengangkatnya. Orang yang diharapkan itu mungkin terdiri daripada mereka yang telah sampai atau mungkin juga dia menaruh harapan kepada wali-wali ghaib dan malaikat-malaikat. Maksud dan tujuannya tidak berubah, iaitu sampai kepada Allah s.w.t tetapi dalam mencapai maksud itu sudah diselit dengan harapan kepada selain-Nya. Ini bermakna sifat bertawakal dan berserah dirinya sudah bergoyang.,
 Al-Karim adalah salah satu daripada Asma-ul-Husna. Nama ini memberi pengertian istimewa tentang Allah s.w.t. Al-Karim bermaksud:
1. Allah s.w.t Maha Pemurah.
2. Allah s.w.t memberi tanpa diminta.
3. Allah s.w.t memberi sebelum diminta.
4. Allah s.w.t memberi apabila diminta.
5. Allah s.w.t memberi bukan kerana permintaan, tetapi cukup sekadar harapan, cita-cita dan angan-angan hamba-hamba-Nya. Dia tidak mengecewakan harapan mereka.
6. Allah s.w.t memberi lebih baik daripada apa yang diminta dan diharapkan oleh para hamba-Nya.
7. Allah Yang Maha Pemurah tidak kedekut dalam pemberian-Nya. Tidak dikira berapa banyak diberi-Nya dan kepada siapa Dia memberi.
8. Paling penting, demi kebaikan hamba-Nya sendiri, Allah s.w.t memberi dengan bijaksana, dengan cara yang paling baik, masa yang paling sesuai dan paling bermanafaat kepada si hamba yang menerimanya.

Al Mu’min

Sifat Allah Al - Mukmin artinya "Allah Maha Pemberi Keamanan". Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena adanya keamanan. Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan. Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat bagaimana negara yang sedang dalam peperangan.
    Keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al - Qur'an, rajin sholat, dan lain - lain. Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain - lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau.

    Orang yang beriman kepada Allah Al - Mukmin akan selalu tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi setiap keadaan dan situasi yang genting dan kacau sekalipun.

Melalui sifat ini, Allah memerintahkan manusia memiliki sifat dan perilaku yang baik di kehidupan sehari-hari, di antaranya:
              1. Menenangkan teman yang sedang merasa takut
              2. Tidak mengganggu teman
              3. Menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau makhluk lain
              4. Tidak takut kepada apapun, kecuali kepada Allah

Al Wakil

mempunyai arti bahwa Allah, adalah zat yang mengurus segala urusan hamba-Nya dan memudahkan segala yang dibutuhkan oleh mereka. Allah adalah Dzat yang segala perkara diwakilkan kepada-Nya.
Dan wakil itu terbagi atas:
  1. Yang memenuhi apa yang diwakilkan kepadanya dengan sempurna, tanpa pamrih;
  2. Yang memenuhi tetapi tidak semua. Wakil yang mutlak ialah yang diwakilkan segala urusan kepadanya, dan dia cocok untuk melaksana kan dan menyempurnakannya-wakil seperti itu tidak lain hanyalah Allah SWT.
Dari keterangan ini, dapatlah dipahami bahwa bagian hamba dari ism ini adalah: kepada-Nyalah ia harus menyerahkan segala urusannya, sebab Dialah sebaik-baik yang diserahi uru.
            Melalui sifat ini, Allah swt. memerintahkan agar manusia memiliki sifat dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah memegang amanah dengan sebaik-baiknya.


Al Matin

Allah memiliki asma al-Matiin artinya Allah adalah Dzat yang Maha Kokoh dalam kekuasaan-Nya. Allah adalah Dzat yang maha kuat dalam pendirian-Nya. Allah adalah Dzat yang maha teguh dalam janji-Nya.
Allah menjanjikan kebahagiaan dan surge bagi hamba yang mengikuti perintah-Nya, dan Allah menjanjikan kehidupan yang saling bermusuhan dan panas serta Nerakan bagi yang mengingkari dan menolak aturan-aturan-Nya. Ini semua tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, karena Allah al-Matiin sesuai dengan QS Ad-Dzariyat/51 : 58,



Artinya: “Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”.

Manusia sebagai wakil-Nya, tentu pula harus memiliki sifat ini. Kita harus memiliki sifat teguh, tidak gampang tergoda dan tergoyahkan dengan harapan-harapan palsu yang mengintai dan menggoda kita.
Manusia yang meyakini bahwa Allah al-Matiin akan terus berusaha menjadi manusia yang teguh pendirian dalam kebenaran, kuat kemauan untuk menjadi manfaat bagi manusia dan mahkluk Allah yang lain.


Al Jami'

Jami’ berasal dari kata jama’ah yang artinya kumpulan, lebih dari satu, banyak. Allah bersifat al-Jami’ artinya Allah maha mengumpulkan/mempersatukan.
Selain Allah akan mengumpulkan kita nanti pada hari kiamat, Allah al-jami’ juga dapat kita buktikan dalam kehidupan ini.
Itulah asma Allah al-Jami’. Ada dua pelajaran yang dapat kita petik dari asma Allah al-Jami’.
Pertama Allah akan mengumpulkan kita nanti pada hari Akhir. Kedua, sebagai khalifah, wakil yang dipercaya Allah untuk mengatur kehidupan alam semesta ini. Kita harus membumikan al-Jami’ dalam kehidupan. Kita harus menjadi katalisator untuk terbentuknya persatuan dan kesatuan mahkluk-makhluk Allah sehingga menjadi satu kesatuan sIstem kehidupan yang harmonis dan saling membutuhkan. Jagalah persatuan dan kesatuan sistem kehidupan, bertanggungjawablah pada tugas dan fungsi masing-masing. Jangan merasa diri yang paling baik dan paling benar. Karena hanya Allah yang bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sok tahu dengan menghakimi orang lain salah, dan kemudian kita menarik diri dari tugas dan fungsi kita dalam system kehidupan.

Al 'Adl
Kata al-adl di ambil dari kata ‘adalah yang mempunyai dua arti, yaitu lurus/sama dan bengkok/berbeda. Allah swt. memikili sifat Mahaadil bagi makhluk-Nya.
            Melalui sifatnya, Allah swt. memerintahkan kepada umat-Nya agar berbuat adil saat memberikan keputusan kepada sesama manusia, seperti:
a.       Besikap jujur dan adil
b.      Memberikan hak orang lain yang menjadi miliknya
c.       Menegakan keadilan dengan sepenuh hati
d.      Memberikan ilmu/kecerdasan kepada orang lain

Al Akhir
Allah Al-Akhir artinya Allah adalah Dzat yang paling akhir dibandingkan selain-Nya. Bagi manusia yang mempercayai bahwa Allah al-Akhir, dia akan memanfaatkan umurnya semasa hidup untuk menjadi abdi Allah. Ia akan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan segala yang dia miliki untuk menjalankan perintah Allah. Karena dia sadar bahwa ada dzat yang Maha Akhir yang akan menjadi titik akhir dari kehidupan ini. Setiap manusia tidak akan lepas dari pertanggungjawaban tugasnya sebagai makhluk kepercayaan Allah, pemimpin di muka bumi ini. 


As Sami’

As Sami’ artinya Maha Mendengar, dikaitkan dengan hak Allah SWT, adalah suatu sifat tambahan atas ilmu-Nya. Maksudnya adalah bahwa Allah SWT dapat mendengarkan segala sesuatu yang ada sekalipun pelan suaranya. Sedangkan pendengaran yang ada pada makhluk adalah dengan perantaraan daun telinga yang akan hilang daya dengarnya bila alat itu rusak. Tetapi keadaan pendengaran yang ada paada Tuhan tidaklah demikian. Dia mendengar tanpa perantaraan daun telinga, baik yang didengar-Nya itu bunyi suara, maupun warna dan benda. Dia dapat mendengarkan suara langkah semut atas karang yang licin di malam yang gelap gulita. Dan Dia mendengarkan pujian yang diucapkan seseorang kepada-Nya lalu Dia mengganjar mereka; dan mendengarkan doa orang-orang yang meeminta kepada-Nya lalu Ia memperkenankan permintaan mereka. Pendengaran-Nya tidak dapat ditembus oleh suatu peristiwa, karena Dia tidak mendengar dengan telinga atau alat pendengaran. Jadi, pendengaran menurut hal Allah SWT itu ialah suatu ibarat tentang sifat yang dengannya tersingkap kesempurnaan sifat-sifat buatan-Nya.
Seorang hamba mempunyai bagian dari pendengaran itu, tetapi terbatas, sebab ia tidak dapat mendengarkan semua yang dapat didengar, bahkan suara yang terdekat sekalipun. Dan lagi, seperti yang telah kami kemukakan, pendengarannya itu dibantu dengan alat (indera pendengar) yang dapat rusak; dan kalau suaranya terlalu pelan, maka si hamba tidak lagi bisa mendengarnya.
Keberuntungan seorang hamba yang beragama dengan ism ini mengharuskan adanya dua syarat. Pertama, harus diketahui bahwa Allah SWT itu Maha Mendengar. Karenanya ia harus memelihara lisannya. Kedua, hendaklah diketahui bahwa Allah tidaklah menciptakan baginya pendengaran tersebut, melainkan agar ia mendengarkan Kalam Allah dan isi Kitab-Nya yang telah diturunkan-Nya. Dengan demikian ia akan memperoleh hidayah ke jalan Allah.
Barangsiapa membacanya pada hari Kamis sesudah shalat Dhuha sebanyak lima puluh kali, maka ia akan menjadi seorang yang makbul doanya.

Al Bashir
Al-Bashir adalah Dia yang menyaksikan dan melihat rupa sehingga tidak ada yang tersembunyi atau jauh dari-Nya sekalipun berada di bawah bumi.
            Hadist yang berkaitan dengan asma Al-Bashir adalah hadist yang menjelaskan Al-Ihsan. Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.
            "Ihsan adalah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. jika kamu tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa Allah melihatmu." (shahih Al Bukhari)

   Ada dua hikmah yang dapat diambil dengan asma Al-Bashir.

1) menyadari bahwa Dia menciptakan penglihatan agar kita memperhatikan ayat-ayat dan keajaiban kerajaan langit dan Bumi sehingga perhatian kita akan menjadi peringatan.

2) menyadari bahwa kita dilihat oleh Allah Swt., didengar oleh-Nya, dan Dia tahu sepenuh-nya tentang kita.


Sikap perilaku pelajar muslim yang mengimani Asmaul Husna adalah sbg.
a.       Percaya seyakin-yakinya bahwa Allah swt. adalah Tuhan YME.
b.      Melhirkan sikap dan tingkah laku dlam kehidupan sehari-hari yang mengandung nilai-nilai sifat tersebut,
c.       Memiliki sifat hati-hati
d.      Senantiasa mempelajari dan memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
e.       Menyembah Allahh swt. dan tidak menyekutukannya
f.       Senang menuntut ilmu dan mempelajari ilmu pengetahuan teknologi
g.      Optimis, kerja keras, selalu berdoa, dan produktif.