Al Karim
Orang yang masih
dalam perjalanan sangat teringin untuk cepat sampai kepada Allah s.w.t. Dia
terpesona melihat keadaan orang-orang yang telah sampai. Kadang-kadang timbul
rasa tidak sabar untuk ikut sama sampai kepada tujuannya. Perasaan tidak sabar
akan menimbulkan harapan atau cita-cita agar ada seseorang yang dapat menolong
mengangkatnya. Orang yang diharapkan itu mungkin terdiri daripada mereka yang
telah sampai atau mungkin juga dia menaruh harapan kepada wali-wali ghaib dan
malaikat-malaikat. Maksud dan tujuannya tidak berubah, iaitu sampai kepada
Allah s.w.t tetapi dalam mencapai maksud itu sudah diselit dengan harapan
kepada selain-Nya. Ini bermakna sifat bertawakal dan berserah dirinya sudah
bergoyang.,
Al-Karim
adalah salah satu daripada Asma-ul-Husna. Nama ini memberi pengertian istimewa
tentang Allah s.w.t. Al-Karim bermaksud:
1. Allah s.w.t Maha Pemurah.
2. Allah s.w.t memberi tanpa diminta.
3. Allah s.w.t memberi sebelum diminta.
4. Allah s.w.t memberi apabila diminta.
5. Allah s.w.t memberi bukan kerana permintaan, tetapi cukup sekadar harapan, cita-cita dan angan-angan hamba-hamba-Nya. Dia tidak mengecewakan harapan mereka.
6. Allah s.w.t memberi lebih baik daripada apa yang diminta dan diharapkan oleh para hamba-Nya.
7. Allah Yang Maha Pemurah tidak kedekut dalam pemberian-Nya. Tidak dikira berapa banyak diberi-Nya dan kepada siapa Dia memberi.
8. Paling penting, demi kebaikan hamba-Nya sendiri, Allah s.w.t memberi dengan bijaksana, dengan cara yang paling baik, masa yang paling sesuai dan paling bermanafaat kepada si hamba yang menerimanya.
1. Allah s.w.t Maha Pemurah.
2. Allah s.w.t memberi tanpa diminta.
3. Allah s.w.t memberi sebelum diminta.
4. Allah s.w.t memberi apabila diminta.
5. Allah s.w.t memberi bukan kerana permintaan, tetapi cukup sekadar harapan, cita-cita dan angan-angan hamba-hamba-Nya. Dia tidak mengecewakan harapan mereka.
6. Allah s.w.t memberi lebih baik daripada apa yang diminta dan diharapkan oleh para hamba-Nya.
7. Allah Yang Maha Pemurah tidak kedekut dalam pemberian-Nya. Tidak dikira berapa banyak diberi-Nya dan kepada siapa Dia memberi.
8. Paling penting, demi kebaikan hamba-Nya sendiri, Allah s.w.t memberi dengan bijaksana, dengan cara yang paling baik, masa yang paling sesuai dan paling bermanafaat kepada si hamba yang menerimanya.
Al Mu’min
Sifat Allah Al - Mukmin artinya
"Allah Maha Pemberi Keamanan". Keamanan merupakan kebutuhan penting
bagi manusia. Kehidupan akan terasa nyaman dan berjalan semestinya karena
adanya keamanan. Negara yang tidak aman sulit melaksanakan pembangunan.
Kehidupan masyarakat akan terancam bila tidak ada keamanan. Kita lihat
bagaimana negara yang sedang dalam peperangan.
Keamanan dan rasa aman
yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya
didapat bila kita dekat denmgan Allah, rajin membaca Al - Qur'an, rajin sholat,
dan lain - lain. Ketidak nyamanan bukan hanya akibat ulah manusia tapi bisa
juga karena binatang buas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah
longsor dan lain - lain. Ada orang yang merasa tidak aman walaupun situasinya
aman dan tentram. Sebaliknya ada orang yang merasa, tenang, tidak gelisah
walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau.
Orang yang beriman
kepada Allah Al - Mukmin akan selalu tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi
setiap keadaan dan situasi yang genting dan kacau sekalipun.
Melalui
sifat ini, Allah memerintahkan manusia memiliki sifat dan perilaku yang baik di
kehidupan sehari-hari, di antaranya:
1. Menenangkan teman yang sedang merasa takut
2. Tidak mengganggu teman
3. Menjaga diri sendiri dari ancaman dan gangguan orang atau
makhluk lain
4. Tidak takut kepada apapun, kecuali kepada Allah
Al Wakil
mempunyai
arti bahwa Allah, adalah zat yang
mengurus segala urusan hamba-Nya dan memudahkan segala yang dibutuhkan oleh
mereka. Allah adalah Dzat yang segala perkara diwakilkan kepada-Nya.
Dan wakil itu terbagi atas:
- Yang memenuhi apa yang diwakilkan kepadanya dengan sempurna, tanpa pamrih;
- Yang memenuhi tetapi tidak semua. Wakil yang mutlak ialah yang diwakilkan segala urusan kepadanya, dan dia cocok untuk melaksana kan dan menyempurnakannya-wakil seperti itu tidak lain hanyalah Allah SWT.
Dari keterangan ini, dapatlah
dipahami bahwa bagian hamba dari ism ini adalah: kepada-Nyalah ia harus
menyerahkan segala urusannya, sebab Dialah sebaik-baik yang diserahi uru.
Melalui
sifat ini, Allah swt. memerintahkan agar manusia memiliki sifat dan perilaku
yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah memegang
amanah dengan sebaik-baiknya.
Al Matin
Allah memiliki asma al-Matiin
artinya Allah adalah Dzat yang Maha Kokoh dalam kekuasaan-Nya. Allah adalah
Dzat yang maha kuat dalam pendirian-Nya. Allah adalah Dzat yang maha teguh dalam
janji-Nya.
Allah menjanjikan kebahagiaan dan
surge bagi hamba yang mengikuti perintah-Nya, dan Allah menjanjikan kehidupan
yang saling bermusuhan dan panas serta Nerakan bagi yang mengingkari dan
menolak aturan-aturan-Nya. Ini semua tidak akan pernah berubah sampai kapanpun,
karena Allah al-Matiin sesuai dengan QS Ad-Dzariyat/51 : 58,
Artinya: “Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan
lagi sangat kokoh”.
Manusia sebagai wakil-Nya, tentu
pula harus memiliki sifat ini. Kita harus memiliki sifat teguh, tidak gampang
tergoda dan tergoyahkan dengan harapan-harapan palsu yang mengintai dan
menggoda kita.
Manusia yang meyakini bahwa Allah
al-Matiin akan terus berusaha menjadi manusia yang teguh pendirian dalam
kebenaran, kuat kemauan untuk menjadi manfaat bagi manusia dan mahkluk Allah
yang lain.
Al Jami'
Jami’
berasal dari kata jama’ah yang
artinya kumpulan, lebih dari satu, banyak. Allah bersifat al-Jami’ artinya
Allah maha mengumpulkan/mempersatukan.
Selain Allah akan mengumpulkan kita
nanti pada hari kiamat, Allah al-jami’ juga dapat kita buktikan dalam kehidupan
ini.
Itulah asma Allah al-Jami’.
Ada dua pelajaran yang dapat kita petik dari asma Allah al-Jami’.
Pertama Allah akan mengumpulkan kita
nanti pada hari Akhir. Kedua, sebagai khalifah, wakil yang dipercaya Allah
untuk mengatur kehidupan alam semesta ini. Kita harus membumikan al-Jami’ dalam
kehidupan. Kita harus menjadi katalisator untuk terbentuknya persatuan dan
kesatuan mahkluk-makhluk Allah sehingga menjadi satu kesatuan sIstem kehidupan
yang harmonis dan saling membutuhkan. Jagalah persatuan dan kesatuan sistem
kehidupan, bertanggungjawablah pada tugas dan fungsi masing-masing. Jangan
merasa diri yang paling baik dan paling benar. Karena hanya Allah yang bisa
memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sok tahu dengan
menghakimi orang lain salah, dan kemudian kita menarik diri dari tugas dan
fungsi kita dalam system kehidupan.
Al 'Adl
Kata al-adl di ambil dari kata
‘adalah yang mempunyai dua arti, yaitu lurus/sama dan bengkok/berbeda. Allah
swt. memikili sifat Mahaadil bagi makhluk-Nya.
Melalui sifatnya, Allah swt. memerintahkan kepada umat-Nya agar berbuat adil saat memberikan keputusan kepada sesama manusia, seperti:
Melalui sifatnya, Allah swt. memerintahkan kepada umat-Nya agar berbuat adil saat memberikan keputusan kepada sesama manusia, seperti:
a.
Besikap jujur dan adil
b. Memberikan hak orang lain yang menjadi miliknya
c.
Menegakan keadilan dengan sepenuh
hati
d. Memberikan ilmu/kecerdasan kepada orang lain
Al Akhir
Allah Al-Akhir artinya Allah adalah
Dzat yang paling akhir dibandingkan selain-Nya. Bagi manusia yang mempercayai
bahwa Allah al-Akhir, dia akan memanfaatkan umurnya semasa hidup untuk menjadi
abdi Allah. Ia akan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan segala yang dia
miliki untuk menjalankan perintah Allah. Karena dia sadar bahwa ada dzat yang
Maha Akhir yang akan menjadi titik akhir dari kehidupan ini. Setiap manusia
tidak akan lepas dari pertanggungjawaban tugasnya sebagai makhluk kepercayaan
Allah, pemimpin di muka bumi ini.
As Sami’
As Sami’ artinya Maha Mendengar,
dikaitkan dengan hak Allah SWT, adalah suatu sifat tambahan atas ilmu-Nya.
Maksudnya adalah bahwa Allah SWT dapat mendengarkan segala sesuatu yang ada
sekalipun pelan suaranya. Sedangkan pendengaran yang ada pada makhluk adalah dengan
perantaraan daun telinga yang akan hilang daya dengarnya bila alat itu rusak.
Tetapi keadaan pendengaran yang ada paada Tuhan tidaklah demikian. Dia
mendengar tanpa perantaraan daun telinga, baik yang didengar-Nya itu bunyi
suara, maupun warna dan benda. Dia dapat mendengarkan suara langkah semut atas
karang yang licin di malam yang gelap gulita. Dan Dia mendengarkan pujian yang
diucapkan seseorang kepada-Nya lalu Dia mengganjar mereka; dan mendengarkan doa
orang-orang yang meeminta kepada-Nya lalu Ia memperkenankan permintaan mereka.
Pendengaran-Nya tidak dapat ditembus oleh suatu peristiwa, karena Dia tidak
mendengar dengan telinga atau alat pendengaran. Jadi, pendengaran menurut hal
Allah SWT itu ialah suatu ibarat tentang sifat yang dengannya tersingkap
kesempurnaan sifat-sifat buatan-Nya.
Seorang hamba mempunyai bagian dari
pendengaran itu, tetapi terbatas, sebab ia tidak dapat mendengarkan semua yang
dapat didengar, bahkan suara yang terdekat sekalipun. Dan lagi, seperti yang
telah kami kemukakan, pendengarannya itu dibantu dengan alat (indera pendengar)
yang dapat rusak; dan kalau suaranya terlalu pelan, maka si hamba tidak lagi
bisa mendengarnya.
Keberuntungan seorang hamba yang
beragama dengan ism ini mengharuskan adanya dua syarat. Pertama, harus diketahui
bahwa Allah SWT itu Maha Mendengar. Karenanya ia harus memelihara lisannya.
Kedua, hendaklah diketahui bahwa Allah tidaklah menciptakan baginya pendengaran
tersebut, melainkan agar ia mendengarkan Kalam Allah dan isi Kitab-Nya yang
telah diturunkan-Nya. Dengan demikian ia akan memperoleh hidayah ke jalan
Allah.
Barangsiapa membacanya pada hari
Kamis sesudah shalat Dhuha sebanyak lima puluh kali, maka ia akan menjadi
seorang yang makbul doanya.
Al Bashir
Al-Bashir adalah Dia yang
menyaksikan dan melihat rupa sehingga tidak ada yang tersembunyi atau jauh
dari-Nya sekalipun berada di bawah bumi.
Hadist yang berkaitan dengan asma Al-Bashir adalah hadist yang menjelaskan Al-Ihsan. Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.
"Ihsan adalah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. jika kamu tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa Allah melihatmu." (shahih Al Bukhari)
Ada dua hikmah yang dapat diambil dengan asma Al-Bashir.
1) menyadari bahwa Dia menciptakan penglihatan agar kita memperhatikan ayat-ayat dan keajaiban kerajaan langit dan Bumi sehingga perhatian kita akan menjadi peringatan.
2) menyadari bahwa kita dilihat oleh Allah Swt., didengar oleh-Nya, dan Dia tahu sepenuh-nya tentang kita.
Hadist yang berkaitan dengan asma Al-Bashir adalah hadist yang menjelaskan Al-Ihsan. Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.
"Ihsan adalah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. jika kamu tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa Allah melihatmu." (shahih Al Bukhari)
Ada dua hikmah yang dapat diambil dengan asma Al-Bashir.
1) menyadari bahwa Dia menciptakan penglihatan agar kita memperhatikan ayat-ayat dan keajaiban kerajaan langit dan Bumi sehingga perhatian kita akan menjadi peringatan.
2) menyadari bahwa kita dilihat oleh Allah Swt., didengar oleh-Nya, dan Dia tahu sepenuh-nya tentang kita.
Sikap perilaku pelajar muslim yang
mengimani Asmaul Husna adalah sbg.
a.
Percaya seyakin-yakinya bahwa Allah
swt. adalah Tuhan YME.
b.
Melhirkan sikap dan tingkah laku
dlam kehidupan sehari-hari yang mengandung nilai-nilai sifat tersebut,
c.
Memiliki sifat hati-hati
d.
Senantiasa mempelajari dan memahami
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
e.
Menyembah Allahh swt. dan tidak
menyekutukannya
f.
Senang menuntut ilmu dan mempelajari
ilmu pengetahuan teknologi
g.
Optimis, kerja keras, selalu berdoa,
dan produktif.