Sabtu, 12 Desember 2015
Rabu, 15 April 2015
Sajak Hati
Ibn Wasil
Di tengah kesunyianku
Di tengah semilir angin
Kurasakan nyanyian alam
Yang menyapaku
Di bawah sinar rembulan
Yang teduh menemaniku
Ku tak tahu
Ku tak tahu
Dalam hati ingin kubisikkan
Tapi malam tak mendengarku
Di tengah kesunyianku
Di tengah semilir angin
Kurasakan nyanyian alam
Yang menyapaku
Di bawah sinar rembulan
Yang teduh menemaniku
Ku tak tahu
Ku tak tahu
Dalam hati ingin kubisikkan
Tapi malam tak mendengarku
Ingin kuteriakkan
Tapi gelap membungkamku
Ingin kupergi
Tapi sunyi menghentikanku
Ingin kuberlari
Tapi bulan melumpuhkanku
Kulihat malam
Kudapati bintang
Seakan lentera
Dengan sinarnya yang kian sejuk
Dan kusadari diriku
Seakan tunas yang baru terbebas
Terbebas dari belenggu tanah
Yang kian lama menguburku
Kini kudapati suasanaku
Di dalam kesunyianku
Di mana tak kudapati di tempat mana pun
Malam menyapaku
Bintang menatapku
Bulan pun tersenyum padaku
Lalu mereka berkata padaku
"Inilah kenyamananmu"
Tapi gelap membungkamku
Ingin kupergi
Tapi sunyi menghentikanku
Ingin kuberlari
Tapi bulan melumpuhkanku
Kulihat malam
Kudapati bintang
Seakan lentera
Dengan sinarnya yang kian sejuk
Dan kusadari diriku
Seakan tunas yang baru terbebas
Terbebas dari belenggu tanah
Yang kian lama menguburku
Kini kudapati suasanaku
Di dalam kesunyianku
Di mana tak kudapati di tempat mana pun
Malam menyapaku
Bintang menatapku
Bulan pun tersenyum padaku
Lalu mereka berkata padaku
"Inilah kenyamananmu"
Langganan:
Komentar (Atom)